Escaping Kodachrome’s Obvious Flaws

Waktu baca: 6 menit Stating (I think the more appropriate word is “confessing”) that I like Kodachrome (2018) is actually not the happiest thing for me. I do that with serious, profound guilt because everything about this movie screams cliché. It is road trip, it is about a pair of estranged parent and kid, it is a nostalgia of […]

The God of Small Things: Hal-Hal Kecil yang Menghantui

Waktu baca: 5 menit Gentle half-moons have gathered under their eyes and they are as old as Ammu was when she died. Thirty-one. Not old. Not young. But a viable die-able age. Mungkin bukan kebetulan kalau saya baru membaca The God of Small Things karya Arundhati Roy di usia ke-31. Tidak tua. Tidak muda. Tapi usia yang layak, bisa […]

Yang Tersisa dari Turah

Waktu baca: 3 menit Peringatan: Artikel ini memuat bocoran akhir cerita film. “Kamu masih nggak mau punya anak, Ti?” tanya Turah kepada Kanti, istrinya, dalam Bahasa Jawa berdialek Tegal. Kanti membalikkan tubuhnya yang terbaring tempat tidur hingga membelakangi suaminya. Ia menolak keras-keras keinginan suaminya itu. Memiliki anak dan membiarkannya tumbuh dalam kondisi hidup mereka saat itu, menurut Kanti, tidak […]

Arrival, Fiksi Ilmiah yang Puitis

Waktu baca: 3 menit Bayi layaknya mahluk luar angkasa. Ia datang ke dunia dengan bahasa yang asing. Ia berkomunikasi dengan caranya sendiri, yang berbeda dari manusia-manusia yang lebih tua. Ia pun tak mengerti apa yang dibicarakan oleh makhluk-makhluk di sekitarnya, sampai datang seorang manusia untuk mengajarinya. Ada alasan mengapa bahasa pertama yang dikenal seorang manusia disebut bahasa ibu. Ibu adalah […]

Anggunnya Perlawanan dalam Athirah

Waktu baca: 3 menit Narasi di awal film sudah menjadi penanda bahwa cerita tentang Athirah (2016) dituturkan dari sudut pandang orang ketiga. Sang penutur adalah anak laki-laki tertuanya, Ucu. Namun, penulis skenario Salman Aristo dan Riri Riza justru tak memberi ruang yang besar untuk percakapan verbal dalam film ini – terutama untuk tokoh Ucu. Narasi oleh Ucu juga tak akan […]

Bermain Warna dengan The Urban Outliners

Waktu baca: 4 menit Saat itu awal tahun 2015 dan saya masih bekerja sebagai strategic planner di sebuah jaringan toko buku dan penerbit. Pada rapat business review rutin, salah satu asisten manager unit bisnis penerbitan mempresentasikan rencana produknya yang akan rilis tahun itu. “Kami akan mengeluarkan seri buku mewarnai untuk dewasa yang saat ini sedang tren di luar negeri,” […]

Tiga Dara Melintas Masa

Waktu baca: 5 menit Setelah lima belas hari bertahan di hanya satu layar studio, Tiga Dara hasil restorasi 4K mengakhiri masa tayangnya di Bandung. Bukan waktu yang lama jika dibandingkan dengan waktu penayangan delapan minggu yang dicapainya dulu, ketika dirilis 59 tahun lalu. Namun, sedikit lebih lama dari dugaan saya yang hanya sepuluh hari saja. Beruntung, saya sempat menikmatinya […]

Dalam Perburuan Seri Sekolah Kehidupan

Waktu baca: 3 menit Buku How To Be Alone karya Sara Maitland menghampiri saya pada suatu siang yang hujan rintik-rintik di Aksara Citos, dua tahun sekian bulan yang lalu. Sayang, perjumpaan kami yang singkat itu tidak diakhiri dengan pulang bersama. Tak ingat jelas kenapa saya memutuskan untuk tidak membawanya pulang. Kemungkinan besar karena sedang berhemat. Atau mungkin alasan lain. […]