Mengingat Kembali Bali yang Sejati

Waktu baca: 2 menit Ubud kini tak lagi sehening dulu. Kafe-kafe dan butik-butik trendi telah bermunculan di sudut-sudut kota kecil itu layaknya jamur di musim hujan. Akan tetapi, di tengah riuhnya turis yang celingak-celinguk mencari arah di Jalan Raya Ubud, sebuah gapura megah masih berdiri, menjadi batas antara ruang kota yang bergerak cepat menuju modernitas dengan ruang gerak tradisi […]

Diskusi Tentang Kota yang (Katanya) Kreatif

Waktu baca: 6 menit Tidak banyak acara diskusi di Bandung. Maaf, ralat. Tidak banyak acara diskusi yang menarik perhatian saya di Bandung. Maka, ketika tahu bahwa ada sebuah acara diskusi berjudul “Apanya Kota Kreatif?” di Spasial, Bandung, bulan Desember lalu, saya memberanikan diri untuk datang. Judul diskusinya provokatif, setidaknya menurut saya. Hati kecil saya seakan berteriak, “Akhirnya ada juga […]

Menikmati Mi Instan Hasil Mutasi

Waktu baca: 2 menit Apakah sebuah pameran karya seni harus dilakukan di sebuah galeri seni? Tidak juga. Ada banyak ruang alternatif yang bisa digunakan untuk memamerkan karya-karya seni. Lobi hotel, kafe, pusat perbelanjaan, gudang tak terpakai, bahkan di luar ruang seperti sisi trotoar atau hutan sekalipun. Selama bulan Januari ini, sebuah ruang kecil di dalam Tobucil, toko buku dan […]

The God of Small Things: Hal-Hal Kecil yang Menghantui

Waktu baca: 5 menit Gentle half-moons have gathered under their eyes and they are as old as Ammu was when she died. Thirty-one. Not old. Not young. But a viable die-able age. Mungkin bukan kebetulan kalau saya baru membaca The God of Small Things karya Arundhati Roy di usia ke-31. Tidak tua. Tidak muda. Tapi usia yang layak, bisa […]

Yang Tersisa dari Turah

Waktu baca: 3 menit Peringatan: Artikel ini memuat bocoran akhir cerita film. “Kamu masih nggak mau punya anak, Ti?” tanya Turah kepada Kanti, istrinya, dalam Bahasa Jawa berdialek Tegal. Kanti membalikkan tubuhnya yang terbaring tempat tidur hingga membelakangi suaminya. Ia menolak keras-keras keinginan suaminya itu. Memiliki anak dan membiarkannya tumbuh dalam kondisi hidup mereka saat itu, menurut Kanti, tidak […]

Arrival, Fiksi Ilmiah yang Puitis

Waktu baca: 3 menit Bayi layaknya mahluk luar angkasa. Ia datang ke dunia dengan bahasa yang asing. Ia berkomunikasi dengan caranya sendiri, yang berbeda dari manusia-manusia yang lebih tua. Ia pun tak mengerti apa yang dibicarakan oleh makhluk-makhluk di sekitarnya, sampai datang seorang manusia untuk mengajarinya. Ada alasan mengapa bahasa pertama yang dikenal seorang manusia disebut bahasa ibu. Ibu adalah […]

Anggunnya Sebuah Perlawanan dalam Athirah

Waktu baca: 3 menit Narasi di awal film sudah menjadi penanda bahwa cerita tentang Athirah (2016) dituturkan dari sudut pandang orang ketiga. Sang penutur adalah anak laki-laki tertuanya, Ucu. Namun, penulis skenario Salman Aristo dan Riri Riza justru tak memberi ruang yang besar untuk percakapan verbal dalam film ini – terutama untuk tokoh Ucu. Narasi oleh Ucu juga tak akan […]

Bermain Warna dengan The Urban Outliners

Waktu baca: 4 menit Saat itu awal tahun 2015 dan saya masih bekerja sebagai strategic planner di sebuah jaringan toko buku dan penerbit. Pada rapat business review rutin, salah satu asisten manager unit bisnis penerbitan mempresentasikan rencana produknya yang akan rilis tahun itu. “Kami akan mengeluarkan seri buku mewarnai untuk dewasa yang saat ini sedang tren di luar negeri,” […]

Tiga Dara Melintas Masa

Waktu baca: 5 menit Setelah lima belas hari bertahan di hanya satu layar studio, Tiga Dara hasil restorasi 4K mengakhiri masa tayangnya di Bandung. Bukan waktu yang lama jika dibandingkan dengan waktu penayangan delapan minggu yang dicapainya dulu, ketika dirilis 59 tahun lalu. Namun, sedikit lebih lama dari dugaan saya yang hanya sepuluh hari saja. Beruntung, saya sempat menikmatinya […]